Baca Juga: Sembako Diserbu Warga saat Pasar Murah di Pasar Lapulu Kendari

Kepala Disperindag Sulawesi Tenggara, Siti Saleha mengatakan, pasar murah ini merupakan bentuk upaya penurunan inflasi di masyarakat. Total sudah empat kali pasar murah digelar selama tahun 2023.

Saleha menambahkan, ada 13 distributor yang berkontribusi dalam pasar murah, salah satunya Bulog dan PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) dari pihak BUMN.

Pasar murah ini, kata Saleha, akan terus digelar hingga Jumat (14/4/2023). Selanjutnya titik pasar murah juga akan dilanjutkan di kabupaten, terutama yang punya dampak inflasi tertinggi, seperti Kabupaten Kolaka Timur, Kota Baubau, Kabupaten Buton, hingga Kabupaten Bombana.

Ia melaporkan tingkat inflasi di Sulawesi Tenggara saat ini sudah menyentuh 6,45 persen. Ia menargetkan, setidaknya angka tersebut bisa turun di bawah 6 persen setelah dilakukan pasar murah.