Adapun pembelian beras dibatasi per orangnya hanya bisa membeli satu karung yang berisi lima kilogram. Begitu juga dengan minyak yang hanya bisa dibeli dua liter per orang.
Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga turut berkontribusi dalam pasar murah tersebut.
Seksi Kehumasan BI perwakilan Sulawesi Tenggara, M. Taufik mengatakan, pasar murah menjadi ajang untuk menstimulus masyarakat guna bertransaksi secara digital menggunakan Qris.
Baca Juga: Pasar Murah Diserbu Warga di Kota Baubau, Ada yang Antre 2 Jam Belum Dapat Barang
Masyarakat yang menggunakan Qris dalam bertransaksi diberi kupon potongan harga Rp 5.000 untuk setiap komoditas yang dibeli. Selain itu, BI juga menyediakan corner untuk menukar pecahan kecil seperti Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, hingga Rp 20.000 untuk masyarakat yang membutuhkan uang kecil sebagai THR.
