Korban kedua, Dimas, lahir di Jakarta, 18 Maret 1997, juga bekerja sebagai ABK kapal yang sama. Ia mengalami luka bakar di wajah dan tangan, sehingga harus dirujuk ke RSU Kota Kendari.
Korban ketiga bernama Giono, lahir di Gresik, 1 Agustus 1970, pekerja swasta yang mengalami luka bakar di tangan dan wajah. Ia juga dirujuk ke RSU Kota Kendari untuk menjalani perawatan.
Korban keempat, M. Nur Faza Fahrizal Haqq Al, lahir di Batam, 17 Februari 2005, seorang wiraswasta, mengalami luka bakar di tangan dan wajah, serta harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Korban kelima adalah Arema Nur Setiawan, lahir di Magetan, 17 September 1996, seorang wiraswasta, yang mengalami luka bakar serupa dan juga dirujuk ke RSU Kota Kendari.
Kapolsek Moramo, Ipda Fakhmi Samadi, menjelaskan bahwa ledakan terjadi saat pengawas menyaksikan proses pengelasan.
