KENDARI, TELISIK.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tenggara, mengambil langkah proaktif dalam upaya mencegah stunting.

Komitmen dalam upaya pencegahan stunting itu dilakukan dengan mengenalkan empat skenario bantuan pemenuhan makanan yang holistik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pemenuhan makanan. Ke empat skenario ini melibatkan berbagai sumber dana dan mitra untuk mencapai hasil yang maksimal.

Menurut Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo, ke empat skenario dalam pembelian makanan tambahan dalam rangka menurunkan stunting itu di antaranya, adalah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan. Ke dua, menggunakan dana desa, tiga yaitu menggunakan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dari program Keluarga Harapan di Dinas Sosial. 

Baca Juga: Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara Akui Upaya Penurunan Stunting Perlu Komitmen Pemimpin Daerah

“Ke empat adalah bersumber dari Bapak Asuh Anak Stunting, kemitraan dari swasta atau pentahelix,” katanya, dikutip dari bkkbn.go.id.