Sementara itu, Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar mengungkapkan, program bapak asuh telah memberikan bantuan yang signifikan bagi anak-anak yang terdeteksi mengalami stunting dalam memenuhi kebutuhan gizinya.

Ia menegaskan, kekurangan gizi seringkali menjadi faktor utama terjadinya stunting pada anak, baik pada masa kehamilan maupun setelah kelahiran. Maka dengan program Bapak Asuh ini dapat membantu pemenuhan gizi makanan bagi anak yang membutuhkan untuk mencegah stunting.

BKKBN laksanaan Monitoring AKS Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Facebook BKKBN Sultra

 

Untuk wilayah Sulawesi Tenggara, program bapak asuh anak stunting sudah berjalan dengan partisipasi donatur dari kalangan pengusaha dan pejabat pemerintahan.

“Kalau di Sulawesi Tenggara ini ada beberapa yang sudah bersedia jadi ayah asuh untuk anak stunting, di antaranya Komandan Korem, bupati, wakil bupati. Jadi ini program nasional yang diteruskan hingga ke daerah,” ujar Asmar.