Pelatihan Xueba 01 terbagi dua jalur. Tim Universitas Shanghai untuk Sains dan Teknologi bertanggung jawab pada aspek teknis, sementara Akademi Teater Shanghai fokus pada pengembangan sisi artistik.

“Pada tahap ini, Xueba 01 dapat ‘menyanyikan’ lagu-lagu dari Opera Henan, Opera Shanghai, dan Opera Peking, namun gerakannya masih kurang halus dan estetis. Kami membuatnya dapat belajar dari penampil profesional,” jelas Li Qingdu, direktur eksekutif Institut Kecerdasan Mesin di USST, dalam keterangan yang diterima telisik.id, Rabu (24/9/2025).

Robot ini merupakan versi terbaru dari Xingzhe No. 2, yang sebelumnya berhasil menempati posisi ketiga dalam lomba lari maraton humanoid di Beijing.

Dibekali struktur bionik ultraringan dan teknologi wajah menyerupai manusia, Xueba 01 mampu menampilkan lebih dari 100 ekspresi dengan interaksi real-time. Kemampuannya menyesuaikan performa berdasarkan respons audiens dinilai sebagai salah satu terobosan penting.

Presiden Akademi Teater Shanghai, Huang Changyong, menekankan bahwa misi utama robot ini adalah mengeksplorasi pertemuan seni dan teknologi.