3. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kebutuhan industri smelter.

4. Evaluasi rutin dilakukan oleh Ditjen Minerba ESDM.

5. Tujuan utama menjaga keseimbangan hulu dan hilir industri nikel.

Tri Winarno menjelaskan bahwa mekanisme evaluasi menjadi instrumen utama dalam memastikan kesesuaian antara rencana produksi dan kondisi aktual industri. Penyesuaian dapat dilakukan apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam implementasi di lapangan.

“Nanti tetap ada evaluasi. Jadi bukan relaksasi,” ujar Tri menegaskan kembali posisi pemerintah terkait kebijakan tersebut.