Dikisahkan dari Anas r.a, ia berkata dalam salah satu riwayat,

"Ada beberapa orang lelaki yang masih asyik dalam percakapannya di dalam rumah Rasulullah SAW, sedangkan istri Rasulullah SAW yang baru dinikahinya ada bersama mereka, memalingkan wajahnya ke arah tembok.

Ternyata mereka memperpanjang percakapannya. Hal itu membuat Rasulullah SAW keberatan, tetapi beliau tidak mau menegur mereka karena beliau adalah orang yang sangat pemalu.

Seandainya diberi tahu, pastilah mereka merasa tidak enak karena sedang asyik dalam obrolannya. Maka Rasulullah SAW pergi dan menemui tiap-tiap istrinya di kamar­nya masing-masing, kepada tiap orang dari mereka beliau mengucapkan salam. Ketika para tamu yang masih ada melihat Rasulullah SAW tiba, mereka baru sadar bahwa diri mereka merepotkan Rasulullah SAW. Karena itu, mereka segera bangkit menuju pintu, lalu keluar,"

4. Bila ada urusan dengan istri dari pemilik rumah, hendaklah menggunakan pembatas dan tidak berhadapan langsung. Beberapa ulama juga menafsirkan, pembatas yang dijelaskan dalam ayat ini adalah hijab bagi wanita.