“Rasanya sangat enak. Kami dominan sejak awal. Tim ini menunjukkan karakter yang baik, kami selalu bisa kembali, selalu memberikan segalanya. Kami masih memiliki tiga final tersisa,” kata bek Jerman, Antonio Rudiger.

Ruediger dinobatkan sebagai man of the match atau pemain terbaik dalam pertandingan ini, meski hanya berlatih sekali menjelang lawan Denmark karena cedera hamstring.

Denmark yang mengalahkan Jerman di final Kejuaraan Eropa 1992, kali ini dipaksa mengakui kekalahannya meski dari penyisihan grup dengan tiga hasil imbang.

Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand, mengeluhkan dua keputusan kunci VAR yang dianggap merugikan timnya.

“Ini bukan bagaimana kita seharusnya menggunakan VAR. Ini satu sentimeter. Dan satu menit kemudian ada penalti, saya sangat lelah dengan aturan handball yang konyol,” kritik Hjulmand tentang offside yang ditujukan pada Andersen.