Austria bukan lawan yang enteng bagi Turki. Sejak tampil mengesankan dalam kekalahan 0-1 dari Prancis, Austria telah mengalahkan Polandia 3-1 dan Belanda 3-2 untuk memimpin Grup D yang sulit, suatu prestasi yang tidak sangka oleh siapa pun di markas tim mereka.

“Kami percaya kami mampu melakukan apa saja. Hanya sedikit yang percaya kami akan finis di puncak grup, tetapi jauh di lubuk hati kami melakukannya,” ujar bek sayap Austria, Alexander Prass.

Pelatih Austria, Ralf Rangnick, tak berharap timnya dipulangkan oleh Turki. Dia berencana menerapkan strategi baru karena menyadari pertandingan berada di fase sistem gugur.

“Kita bermain dalam sistem gugur dan harus menikmatinya sejak menit pertama. Kami memainkan tim yang kuat pada bola, dan yang menyuntikkan banyak gairah ke dalam pertandingan. Kita harus siap untuk kedua hal itu,” jelas Rangnick.

Mantan pelatih sementara Manchester United ini mengatakan bahwa timnya perlu membawa energi yang berbeda ke lapangan pertandingan. “Kami membutuhkan hati yang panas, tetapi kepala yang dingin,” ujar Rangnick.