“Kedua tim jauh lebih banyak daripada dua pemain itu, meskipun mungkin mereka adalah empat pemain paling berbakat di Eropa,” kata pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, saat konferensi pers.

Namun, kata La Fuente, itu tergantung pada kinerja anggota tim lainnya, karena pemain kelas dunia ada di seluruh lapangan. Dia ingin Spanyol menjadi kuat sebagai sebuah tim.

“Jelas individu harus menentukan momen-momen tertentu untuk membuat perbedaan. Tetapi idenya bekerja sebagai kelompok, kolektif, kami jauh lebih kuat. Keempatnya adalah pemain yang sangat muda dan semuanya memiliki banyak margin untuk ditingkatkan,” jelas La Fuente.

Kemudaan dan kurangnya pengalaman Spanyol juga disorot awal pekan ini oleh mantan kiper Jerman, Jens Lehmann. Lamine Yamal kemudian membalas pada hari Kamis (4/7/2024) dengan mengatakan Spanyol akan menanggapi ucapannya di lapangan.

Ada juga saling serang pernyataan bernada candaan antara mantan rekan setim di Real Madrid antara Joselu dan Toni Kroos. Joselu mengatakan, Kross akan menjalani pertandingan terakhir karena dia akan pensiun setelah Euro 2024.