Sebelumnya siswa Ummusshabri telah mengikuti program kolaborasi ke Singapura selama beberapa minggu. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membantu siswa mengenal budaya global sekaligus merancang perencanaan studi dan masa depan mereka.
Sementara itu, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (DPP GUPPI), Prof. Dr. Fasli Jalal, menilai Ummusshabri sebagai contoh nyata keberhasilan pembaruan pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia.
“Ummusshabri menunjukkan bahwa madrasah di Kendari mampu melahirkan pembelajaran berkualitas internasional. Ini didukung oleh orang tua, guru, dan peserta didik yang aktif membangun potensi diri,” kata Fasli Jalal.
Ia menambahkan, DPP GUPPI terus memfasilitasi jejaring nasional dan internasional agar praktik baik yang diterapkan Ummusshabri dapat dikembangkan di daerah lain.
“GUPPI sudah berusia sekitar 75 tahun dan memiliki lebih dari 1.200 satuan pendidikan. Ummusshabri adalah salah satu contoh praktik baik reformasi pendidikan Islam,” jelasnya.
