Laporan yang dibuat oleh seorang ahli urologi Brasil pada 1997 tersebut mengklaim bahwa dirinya telah melepaskan candiru dari uretra seseorang.

Namun, ditemukan inkonsistensi dalam laporan tersebut, seperti ukuran aktual dari ikan yang diekstraksi dan riwayat yang dipaparkan oleh orang yang terkena dampak.

Selain itu, sebuah studi pada 2001 yang dipublikasikan dalam Enviromental Biology of Fishes menemukan bahwa candiru kemungkinan sebenarnya tidak tertarik pada urine. Dalam studi tersebut, ketika peneliti menambahkan bahan kimia dan air seni manusia ke tangki berisi ikan candiru, ikan ini tidak meresponsnya. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali