Terkait soal jaminan pendidikan, anak-anak keluarga 53 ABK akan dijamin hingga jenjang strata 1 atau S1 dan diupayakan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

"Adapun yang ingin melanjutkan karir dari orang tuanya di TNI, kemarin Pak Wakasal juga sudah beri jaminan mereka akan diupayakan selama mereka memenuhi persyaratan-persyaratan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian ketika ditemukan. Dengan kata lain, ada bagian yang terlepas dari badan utama kapal.

Menurut Yudo, terbelahnya kapal diketahui berdasarkan pantauan KRI Rigel. Kapal tersebut berhasil mendapatkan kontak bawah air di sekitar posisi pertama tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Ia menyatakan, kontak didapat pada kedalaman 800 meter. Namun, karena kemampuan KRI Rigel terbatas, maka data-data tersebut diserahkan kepada MV Swift Rescue milik Singapura.