Raja Louis menggunakan sepatu berhak tinggi dengan hak. Hanya mereka yang punya kedudukan di kerajaan yang boleh memakainya. Bahkan, mereka yang mengenakan sepatu berhak tinggi tanpa ada izin, taruhannya adalah kepala dipenggal.

Para wanita pun mulai menggunakan hak yang lebih rendah, tapi pria menyukai ide meninggikan diri di antara orang lain. Namun tidak ada yang boleh melebihi Louis XIV, yang tentu saja memberikan namanya kepada hak itu sendiri.

Begitulah tren dalam kehidupan manusia terus berkembang. Apa yang dianggap pantas pada masa tertentu, bisa jadi di masa selanjutnya hal itu akan dianggap tabu. Sama halnya dengan high heels, pada tahun 1740, pria yang memakainya dianggap konyol.

Di masa kini, sepatu hak tinggi, dengan sol tebal dan stretto kembali menjadi idaman perempuan. Beberapa alasannya adalah mampu menampilkan sisi seksi pada kaki perempuan.

Sepatu ini dianggap bisa membuat kaki perempuan nampak lebih jenjang, karenanya kerap dipakai di acara-acara resmi. Sementara itu pria menggunakan sepatu flaat ke manapun. (C)