ARDS adalah gangguan pernapasan berat yang disebabkan oleh penumpukan cairan di alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru. Gejala utamanya adalah sesak napas berat dan sulit bernapas.
Baca juga: 10 Ribu KK di Muna Akan Terima BST di Kantor Pos
"Maka kemungkinan besar kalau karena COVID-19 pasien meninggal karena sesak nafas dibantu ventilator, nah itu karena COVID-19, tapi kalau bukan karena ARDS bisa meninggal karena ada komorbidnya," tambahnya.
Senada dengan dr. Sukirman, Ketua IDI Kota Kendari, dr. Aghazali Amirullah mengungkapkan, pasien positif yang meninggal di Kota Kendari, memang benar disertai dengan penyakit penyerta atau komorbid.
"Jadi pasien dirujuk dari RS Santa Ana ke RS Bahteramas itu pasien dengan gagal ginjal dan beberapa kali cuci darah, jadi penyebab kematiannya itu pertama karena penyakit penyerta dan diperparah/dipersulit dengan COVID-19," jelas dr. Alghazali.
