Baca juga: Haruskah Ketidaksabaran Berakibat Si Buah Hati Terbunuh?

Dari semua faktor di atas, faktor ekonomi selalu menjadi pusat perhatian adanya kasus perceraian setiap tahunnya. Ditambah dengan kondisi pandemi saat ini, kasus perceraian kadang tak bisa dielakkan karena diperparah dengan kondisi perekonomian yang semakin hari semakin memburuk.

Bukan tidak menutup kemungkinan, dampak buruk ini pun diperparah dengan diterapkannya sistem kapitalisme. Asas materi yang selalu diagungkan menjadi tujuan utama membawa manusia hingga  berada dalam kehancuran. Hal inilah yang membawa pada biduk rumah tangga yang tak harmonis hingga berujung pertengkaran dan perceraian.

Setiap wanita mana pun tak ingin menyandang adanya status janda. Namun, pondasi rumah tangga yang dibangun dengan formasi Sakinah, mawaddah dan warromah ternyata tak mampu membendung adanya polemik perceraian.

Padahal, jika ditelisik lebih dalam lagi pondasi rumah tangga yang dibangun dengan didasari niat ibadah karena Allah SWT maka ujian materi tidak akan mampu menggoyahkan sebuah rumah tangga dari perceraian.