Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 80 pasien dan kontak erat berusia 20–75 tahun diperiksa di poli penyakit dalam RSD Konawe Selatan. Skrining melibatkan pemeriksaan thorax untuk mendeteksi TB aktif serta pemberian pamflet edukasi tentang gejala, pencegahan, dan penanganan TB.
"Eliminasi TB membutuhkan peran aktif masyarakat. Dengan edukasi dan pemeriksaan rutin, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini untuk mencegah penularan TB paru," ujar dr. Zida Maulina.
Berdasarkan data RSD Konawe Selatan pada 2023, wilayah ini mencatat 289 kasus TB paru aktif dengan lesi luas berdasarkan pemeriksaan thorax. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya skrining menjadi tantangan utama dalam pengendalian TB.
Baca Juga: Kemenkes Apresiasi Persiapan Pembukaan Fakultas Kedokteran UM Kendari
"Melalui kegiatan skrining dan penyuluhan ini, kami ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat serta membangun kesadaran agar mereka rutin memeriksakan kesehatan, khususnya untuk deteksi TB," tambah dr. Zida.
