Proses pembinaan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu. Dalam kurun waktu tersebut, kemampuan Fatimah dinilai berkembang secara signifikan. Ia tidak hanya menguasai isi cerita, tetapi juga mampu menampilkan teknik bertutur yang sesuai dengan karakter cerita yang dibawakan.

Selain memiliki kemampuan literasi yang baik, Fatimah juga dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri di sekolah. Ia tercatat mengikuti kegiatan karate dan telah meraih sejumlah prestasi dalam bidang tersebut.

Julianti menjelaskan bahwa sekolah terus berupaya mengembangkan minat dan bakat peserta didik melalui berbagai program. Selain pembinaan lomba bertutur, SD Negeri 22 Kendari juga aktif mengembangkan kegiatan tari, pramuka, olahraga, hingga merencanakan pembentukan drum band sebagai wadah pengembangan potensi siswa.

Menurutnya, aktivitas positif yang melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai. Karena itu, pihak sekolah juga terus menjalin komunikasi dengan orang tua agar penggunaan telepon genggam di rumah tetap berada dalam pengawasan.

Baca Juga: SMK Negeri 2 Kendari Libatkan Orang Tua dan Guru BK Bentuk Karakter Siswa