Seorang devadasi diharapkan menjalani kehidupan yang taat beragama, dilarang menikahi manusia lain, dan dipaksa saat pubertas untuk mengorbankan keperawanan mereka kepada pria yang lebih tua, dengan imbalan uang atau hadiah.
"Dalam kasus saya, itu adalah saudara laki-laki ibu saya," kata Bhimappa, yang kini berusia akhir 40-an, kepada AFP, dikutip Rabu (25/1/2023).
Setelahnya, Bhimappa berada di dunia perbudakan seksual selama bertahun-tahun. Ia menghasilkan uang untuk keluarganya melalui pertemuan dengan pria lain atas nama melayani dewi.
Dirinya kemudian berhasil lolos dari perbudakannya tanpa pendidikan, sehingga setelahnya hanya bisa menghasilkan sekitar satu dolar sehari dengan bekerja keras di ladang. Ia juga dikucilkan oleh komunitasnya saat menjadi pemuja Dewi Hindu Yellamma, sehingga sulit meminta pertolongan dari luar.
"Jika saya bukan seorang devadasi, saya akan memiliki keluarga, anak, dan sejumlah uang. Saya akan hidup dengan baik," katanya, menyebut pernah mencintai seorang pria, tetapi tidak terpikirkan olehnya untuk menikah dengan orang tersebut.
