Baca juga: Puskesmas Wangi-wangi Ditutup Gegara Nakes Alami Suspect COVID-19

Tak hanya itu, lanjut Artono, pihaknya akan menyetujui penggunaan anggaran untuk perbaikan atau pengadaan peralatan tersebut mengingat kebutuhan early warning system ini sangat mendesak.

“Kami akan mendukung penuh upaya Pemprov jika untuk kepentingan publik dalam pengadaan alat pertanda bencana tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas secara virtual, Presiden Jokowi telah menerima laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang fenomena La Nina tang terjadi di Indonesia dimana menyebabkan naiknya curah hujan sekitar 20-40 persen.

Mantan Wali Kota Solo ini mengingatkan seluruh jajarannya adanya ancaman bencana Hidrometeorologi sebagai dampak dari fenomena La Nina. Bencana hidrometeorologi merupakan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung. Bahkan, bencana ini bisa menimbulkan badai, hingga bencana kekeringan. (B)