Fenomena resesi seks dapat berakibat pada penurunan jumlah penduduk suatu negara. Di Korea Selatan misalnya yang hanya punya tingkat kesuburan 0,8 persen. Angka ini sangat kurang untuk menjaga populasi, setidaknya tingkat kesuburan harus 2,1 persen.
Begitu juga menurut studi dari Indiana University, menemukan penurunan hubungan seks orang dewasa di Amerika. Hal ini juga terjadi di negara lain seperti Australia dan Turki.
Dikutip dari health.detik.com, selain menurunkan populasi, bayang-bayang resesi seks di Korea Selatan juga berimbas pada masalah baru.
Masalah tersebut adalah godoksa, atau fenomena paruh baya yang mati dalam kesepian atau sendirian. Seringnya mereka baru ditemukan mayatnya setelah beberapa hari meninggal.
Meninggal kesepian dikategorikan pada kasus kematian saat hidup menyendiri, terputus dari keluarga atau kerabat, meninggal karena bunuh diri atau sakit.
