Baca Juga: Ferdy Sambo Divonis Mati, Begini Ekspresi Ibu Brigadir J

Ada dua tim yang ditugaskan. Satu tim untuk mengawal para tahanan. Dan tim lainnya adalah regu tembak. Kata algojo, para tahanan diberi beberapa pilihan sebelum eksekusi dilakukan.

Misalnya apakah mereka ingin menutup wajah mereka sebelum diikat. Atau mereka ingin berlutut atau memilih berdiri.

Sebenarnya, para algojo berusaha untuk tidak berbicara kepada tahanan ketika mereka berdekatan. Tapi mereka memperlakukan tahanan dengan baik dan lembut.

Para algojo itu hanya mengatakan, "Maaf, saya hanya menjalankan perintah."