JAKARTA, TELISIK.ID - Tahun 2023 mendatang produsen mobil sport mewah Ferrari asal negeri pizza, Italia, menguraikan strategi elektrifikasi yang menyerukan 40 persen kendaraan listrik penuh (full-electric) dan 40 persen model hibrida (hybrid).

Melansir dari Republika.co.id, CEO Benedetto Vigna, dikutip dari Associated Press, mengonfirmasi bahwa mobil listrik pertama akan disajikan pada 2025, dengan pengiriman pertama pada tahun berikutnya.

Saat ini, hanya empat model Ferrari yang merupakan mobil hibrida. Itu setara dengan 20 persen dari kisarannya. Model hibrida pertamanya adalah La Ferrari edisi terbatas yang diluncurkan pada 2013, memanfaatkan teknologi Formula 1.

Mantan pengusaha teknologi yang bergabung dengan Ferrari sebagai CEO sembilan bulan lalu, Vigna mengatakan strategi elektrifikasi. Setiap perusahaan otomotif tidak hanya diharuskan oleh peraturan emisi, tapi yang paling penting, pihaknya percaya dapat menggunakan mesin listrik untuk meningkatkan kinerja mobil.

"Seperti yang telah kami lakukan dengan Ferrari hybrid kami," kata Vigna pada presentasi analis.