“Melalui festival ini, kami berharap masyarakat Bajo semakin erat menjaga tradisi, memperkuat persatuan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap identitas mereka,” ujar Samran.

Sementara itu, Bupati Wakatobi, Haliana, menekankan bahwa Festival Bajo tidak hanya menampilkan hasil laut dari nelayan, tetapi juga harus memuat nilai pendidikan.

Haliana turut menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Bajo, di antaranya kemiskinan ekstrem, stunting, serta persoalan sampah dan lingkungan.

Baca Juga: Festival Desa Wisata Konawe Selatan 2025, Tampil Atraksi Budaya hingga Tarian Adat

Karena itu, ia berharap festival ini dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya para ibu, agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.