Festival Liangkabori mengangkat tema "Lestarikan Budaya Leluhur, Daseise Lalo Damowanu Liwu" dan mengedepankan situs prasejarah Goa Liangkabori sebagai pusat kegiatan.

Situs ini merupakan warisan budaya kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi, terutama dalam hal seni cadas dan simbol peradaban manusia prasejarah.
Penelitian yang dilakukan sejak tahun 1990-an oleh Wolfgang Beck, peneliti asal Jerman, memperlihatkan bahwa Goa Liangkabori menyimpan artefak purba berupa lukisan layang-layang yang diperkirakan berusia 5.000 hingga 9.000 tahun sebelum masehi.
Motif tersebut diyakini sebagai bentuk visualisasi pertama layang-layang di dunia, mendahului temuan dari Tiongkok maupun Polinesia.
