Dan perjuangan itu akhirnya menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Atas izin Tuhan Yang Maha Kuasa dan melalui kerja keras tanpa kenal lelah dari para pemain di lapangan, Indonesia menghancurkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Mitchell Baker menjadi aktor utama dengan mencetak lima gol sensasional, sementara Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks turut menyumbangkan gol penting. Menariknya, drama belum selesai ketika skor 7-2 tercipta.

Pada saat itu, laporan dari Bandung menyebutkan bahwa Malaysia telah mengalahkan Singapura 6-0, yang berarti Indonesia sempat berada di bawah bayang-bayang kegagalan dalam jumlah gol yang dicetak. Garuda membutuhkan dua gol tambahan yang terasa mustahil pada masa injury time.

Namun, mentalitas berbicara, Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-96, kemudian Mitchell Baker melengkapinya pada menit ke-97. Dua gol dalam waktu yang sangat singkat itu akhirnya mengubah segalanya: Garaauda menutup pertandingan dengan kemenangan mutlak 9-2 dan mengungguli Harimau Malaya dalam jumlah produktivitas gol. Di sinilah makna “kerja keras” menjadi sangat menarik untuk direnungkan secara mendalam.

Indonesia tidak memperoleh tiket final dengan cara yang mudah atau diberikan begitu saja. Garuda harus menghadapi Malaysia dalam pertandingan sebelumnya yang berakhir dengan skor ketat 0-0, bahkan harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Thom Haye menerima kartu merah pada menit ke-37.