Pertemuan mereka terjadi melalui proses taaruf yang diajukan oleh Ameer kepada Zira, yang pada awalnya merasa ragu. Akhirnya Zira menerima tawaran tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke tingkat yang lebih serius.
Perjalanan cinta mereka berlanjut dengan penuh kebahagiaan, mendapatkan dukungan besar dari keluarga dan teman-teman. Namun, dalam enam bulan pernikahan mereka yang masih seumur jagung, keduanya harus menghadapi ujian yang sangat berat.
Ameer didiagnosis menderita infeksi paru-paru dan masalah serius pada livernya, yang mengharuskannya untuk dirawat di rumah sakit. Zira pun akhirnya harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya meninggal dunia setelah pernikahan singkat mereka selama 172 hari.
Film ini menampilkan banyak adegan manis antara Ameer dan Nadzira yang mungkin bisa membuat penontonya merasa gemas. Namun selain itu, penonton juga bisa dibuat sedih hingga meneteskan air mata dengan kisah filmnya, apalagi ketika Nadzira menemani Ameer dalam berjuang melawan penyakitnya. Emosi penonton benar-benar dibawa naik-turun dalam menyaksikan kisah film ini.
Salah satu penonton yang menangis ketika menyaksikan film ini, adalah Sitti Rahmah yang terlihat menyeka air matanya dengan tissue setelah film selesai.
