Find X10 Pro Max naik kelas dengan tiga kamera belakang 200 MP yang mencakup kamera utama, ultrawide, dan telefoto, serta chipset MediaTek Dimensity 9600 Pro berfabrikasi 2 nanometer. Di China, kedua model dibekali baterai silikon-karbon 8.000 mAh dengan pengisian kabel 80W dan nirkabel 50W, meski OPPO menyebut kapasitasnya dapat berbeda di sejumlah pasar.

Kedua model berjalan di ColorOS 17 berbasis Android 17 dan mendukung perekaman video 4K 120fps serta 8K 30fps. Seri ini juga memperkenalkan Open Gate Capture yang memanfaatkan seluruh area sensor, sehingga hasil video bisa dipotong ulang ke format vertikal maupun horizontal tanpa pengambilan ulang.

Di sisi perangkat lunak, ColorOS 17 menghadirkan AI Mind Pilot dengan Agent Mode hasil kolaborasi bersama platform kecerdasan buatan Manus. Fitur ini dirancang memahami tujuan pengguna dan menyelesaikan tugas berlapis, misalnya menyusun rencana perjalanan atau mengorganisasi foto, melalui satu perintah.

"AI agentik menandai pergeseran penting dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan. Bersama Manus, kami menghadirkan pengalaman AI Mind Pilot yang lebih proaktif dan mumpuni, memungkinkan AI memahami niat pengguna dengan lebih baik, mengambil tindakan, dan menyelesaikan tugas," ujar Kai Tang, Presiden Rekayasa Perangkat Lunak OPPO.

Bagi pasar Indonesia, sinyal kedatangan Find X10 semakin kuat. Perangkat dengan nomor model CPH2911 telah mengantongi sertifikasi TKDN dengan nilai 46,44 persen, melampaui batas minimum 35 persen, serta sertifikat Postel bernomor 125632/DJID/2026. Meski demikian, OPPO Indonesia belum mengumumkan jadwal peluncuran maupun harga resmi di Tanah Air.