Gol yang ditunggu Atalanta akhirnya datang empat menit sebelum turun minum. Gaetano merebut bola di lini tengah dan memulai serangan balik cepat. Zalewski mengirim umpan dari sisi kiri, dan De Ketelaere menyelesaikannya dengan tembakan kaki kiri dari jarak sekitar 12 yard ke sudut bawah gawang. Gol itu menjadi gol liga domestik pertama De Ketelaere setelah sembilan bulan.
Fiorentina hampir langsung tertinggal dua gol, tetapi kiper David de Gea melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis sundulan Nikola Krstovic yang mengarah ke gawang. Penyelamatan itu menjaga asa tuan rumah tetap hidup hingga jeda. Di sisi lain, jeda babak pertama berlangsung lebih lama dari biasanya karena wasit Federico La Penna mengalami masalah otot dan tidak bisa melanjutkan tugasnya.
Ofisial keempat Livio Marinelli pun mengambil alih kepemimpinan pertandingan pada babak kedua. Pergantian wasit yang tidak biasa itu sempat menunda dimulainya kembali pertandingan. Namun, penundaan tersebut justru menjadi momentum bagi Fiorentina untuk mengatur ulang permainan mereka dan tampil lebih berani setelah turun minum.
Fiorentina Membalikkan Keadaan
Fiorentina langsung menekan begitu babak kedua dimulai. Tendangan bebas Mastantuono hanya melenceng tipis dari tiang gawang, menjadi pertanda kebangkitan tuan rumah. Tekanan itu berbuah gol pada menit ke-53, ketika Jimenez mengirim umpan silang ke tiang jauh dan Njie menyambutnya dengan sundulan sambil menjatuhkan diri. Gol tersebut menjadi gol pertama Njie untuk Fiorentina.
Delapan menit kemudian, giliran Joao Mario yang membuat pendukung tuan rumah bersorak. Pemain pinjaman dari Juventus itu menusuk dari sisi kiri, memotong ke dalam, dan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola berubah arah setelah membentur Relja Obric sehingga mengecoh Carnesecchi dan masuk ke gawang. Gol itu juga menjadi gol pertama Joao Mario bersama Fiorentina, yang pada laga ini dimainkan sebagai bek sayap.
