“Penyesalannya adalah kami tidak memenangi pertandingan setelah bermain sangat baik. Kami mengalami jeda konsentrasi yang terbukti sangat merugikan dan kami tidak bisa terus kebobolan gol dengan cara seperti ini.” kata Vanoli.
Vanoli juga menegaskan bahwa skuadnya memiliki kualitas, tetapi harus belajar bertahan secara kolektif. Menurut dia, gol pertama Atalanta lahir karena Ndour tidak mengikuti pergerakan De Ketelaere, sedangkan gol kedua terjadi ketika seluruh tim bergerak lambat. Catatan itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Fiorentina yang masih berjuang keluar dari zona degradasi.
Kembalinya Sulemana dan Laga Berikutnya
Satu kabar baik bagi Atalanta adalah kembalinya Kamaldeen Sulemana. Winger asal Ghana itu masuk pada menit ke-84 menggantikan Zalewski, menandai penampilannya yang pertama setelah absen selama beberapa bulan. Sulemana sebelumnya mengalami cedera lutut pada laga persahabatan pramusim melawan Schalke 04, yang didiagnosis sebagai robekan tingkat dua pada ligamen kolateral medial lutut kirinya.
Kembalinya Sulemana memberi Sarri tambahan pilihan di lini serang, meski sang pemain masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kebugaran pertandingan sepenuhnya. Musim lalu, Sulemana mencatatkan tiga gol dan dua assist dalam 37 penampilan untuk Atalanta. Kehadirannya diharapkan bisa membantu tim yang kini hanya memenangi satu dari enam laga liga terakhirnya.
Bagi Fiorentina, hasil imbang ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan kandang di Serie A menjadi delapan pertandingan. Secara keseluruhan, La Viola kini tanpa kemenangan dalam lima laga liga terakhir, dengan dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Atalanta pun belum kembali ke jalur kemenangan, tetapi setidaknya menghentikan rangkaian kekalahan tandang setelah sebelumnya kalah dalam empat laga tandang beruntun.
