"Biasanya lima sampai enam hari di laut, tergantung rejeki. Tapi kali ini baru satu malam di laut, sudah kejadian. Sebelum kita liat itu dia sempat mandi bahkan minta bakar ikan tiga ekor," katanya.
Menurut keterangan, korban merupakan juragan utama kapal dan telah bekerja di kapal tersebut selama kurang lebih 10 tahun. Ia dikenal sebagai sosok yang akrab dengan para ABK, tidak pernah berjarak, dan suka bercanda.
“Dia hanya mengarahkan kerja ABK, tidak banyak turun tangan langsung. Orangnya santai dan dekat dengan semua,” jelas Arlan.
Korban diketahui berasal dari Sulawesi Barat (Sulbar) dan sudah lama menetap serta bekerja di Kendari. Anak-anaknya berada di kampung halaman.
"Dia orang Sulbar, suku Mandar. Sudah hampir empat tahun terakhir kerja di Kendari," ucapnya.
