KENDARI, TELISIK.ID - Kabar tentang nasib malang yang menerpa Fani (2), balita yang hanyut terseret arus banjir masih menjadi perbincangan.

Belita tersebut diketahui meregang nyawa setelah terseret arus banjir karena hendak mengungsi di rumah ketua RT yang berada di Lorong Puou, Kec. Kadia, Kota Kendari, Senin (4/3/2024).

Diketahui, berdasarkan pengakuan Ibu RT setempat, Reni, orang tua Fani baru saja pindah dan tinggal di salah satu kost-kostan di wilayah tersebut sekitar satu bulan yang lalu.

Fani merupakan anak kedua dari dua orang bersaudara dari pasangan Sumardin dan Dea Deyanti Permata.

Sang suami, Sumardin merupakan salah seorang karyawan di salah satu perusahaan tambang yang berada di Morosi, namun terkadang menjadi Ojek Online (Maxim) untuk menambah penghasilan keluarganya, sedangkan Dea, sang istri, hanya merupakan Ibu Rumah Tangga biasa (IRT).