Dalam salah satu utasnya ia menjelaskan bahwa Telegram dikatakan tidak aman dikarenakan fitur keamanan yang dimiliki oleh aplikasi tersebut tidak didukung oleh fitur keamanan end-to-end encryption secara default.
Selanjutnya ia mengatakan bahwa Telegram bisa membagikan informasi rahasia pada pemerintah, dikarenakan potensi chat di Telegram dapat disadap, sehingga obrolan rahasia di Telegram yang katanya aman bisa saja disadap pihak ketiga.
Terlepas dari hal di atas, terdapat pula berbagai tanggapan pengguna di Kota Kendari terkait kedua aplikasi pesan instan tersebut.
Edsel Cahyadi, salah satu pengguna kedua aplikasi pesan instan tersebut mengatakan, ia lebih memilih WhatsApp sebagai aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi baik melalui grup maupun pribadi.
"Kalau saya lebih pilih WA (WhatsApp), karena WA lebih gampang dipakai dan lebih simple dilihat, ditambah juga WA banyak orang yang pakai," ujarnya pada Telisik.id, Rabu (22/2/2023).
