Panduan mutu yang adaptif, menurut Hamzah, diperlukan agar bisa menjawab tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk pengelolaan hubungan dengan mitra industri.
“Hal ini bertujuan untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman terbaik selama menjalani program magang,” ujar Hamzah.
Workshop mencakup evaluasi panduan mutu yang ada dan pembahasan empat tahapan utama Program Magang MBKM, yakni persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan konversi nilai.
Pembahasan ini diperlukan agar bisa meningkatkan efektivitas dan relevansi program magang di dunia pendidikan dan industri.
Tahap persiapan meliputi pelatihan soft skills, pelatihan teknis, dan penyelarasan tujuan magang dengan capaian pembelajaran. Salah satu usulan yang muncul adalah simulasi wawancara kerja dan pelatihan etika profesional bagi mahasiswa.
