Ia bercerita punya kitab Injil versi anak. Namun, ia merasa dibesarkan dengan moral dan nilai seperti diajarkan dalam Islam. Ia bercerita selalu percaya adanya Tuhan meski keluarganya tak percaya. Bahkan saat usianya masih 6 atau 7 tahun, ia selalu berdoa pada tuhan walau tak tahu caranya.
"Saya berdoa tiap malam pada Tuhan terutama saat mau ujian sekolah," tuturnya dikutip dari Viva.co.id.
Saat ia semakin bertambah usia, ia mulai suka menulis, bahkan sering menulis kisah-kisah agamis. Anehnya ia justru lebih sering menulis tentang Islam, padahal dia tak mengenal agama islam.
"Ceritanya selalu tentang satu keluarga yang agamais dan tokoh utamanya itu 99 persen sangat Islami, dan saya tak tahu kenapa. Ini adalah murni minat saya yang aneh karena saya tumbuh di satu desa yang populasi Muslimnya itu nol," tuturnya.
Saat SMA, ia sempat kehilangan hubungan dengan Tuhan. Lantaran di lingkungannya tak ada satu pun yang percaya dengan Tuhan. Saat kuliah di kota besar, ia baru bertemu dengan orang-orang Muslim di kehidupan nyata.
