Diterbitkan dalam jurnal Quaternary Science Review, sedimen di mana fosil pohon ditemukan menunjukkan bahwa mereka hidup di hutan basah di tepi dataran rendah. Sekarang, fosil pohon berada di ketinggian 170 meter di atas permukaan laut dengan iklim antara musim hujan atau kemarau, yang disebut munson.

Bagaimana fosil pohon yang terkubur ini ditemukan adalah cerita menarik. Sekitar 18 tahun lalu, seorang penduduk desa di hutan lindung di Distrik Ban Tak, Provinsi Tak, menemukan sepotong kayu besar yang membantu. Ia kemudian melaporkan penemuannya kepada petugas Taman Nasional, Departemen Konservasi Margasatwa dan Tumbuhan. Petugas lantas memeriksa kayu dan mengamati lingkungan sekitar.

Baca juga: Ini Kota Paling Berdosa dan Durhaka, Sarang Maksiat di Dunia

Kayu gelondongan itu kemudian digali hingga panjangnya mencapai 21 meter, tapi itu belum mencapai ujungnya. Radar penembus tanah dikerahkan, dan menemukan bahwa pohon itu memiliki panjang lebih dari 30 meter. Pada tahun 2005, penggalian kemudian dilanjutkan berhubung, di mana tujuh dari sembilan batang yang membantu berhasil digali.

Dikutip dari sindonews.com, Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand memperkirakan fosil itu berusia sekitar 120.000 tahun.