Sementara itu, istri almarhum Barhim, Nuraini, tidak mempermasalahkan nama suaminya diabadikan di monumen pesawat tempur.

Baca Juga: Pemenang Pemilu 2024, PDIP Pastikan Usung Kader di Pilkada Muna Barat

"Mana baiknya saja," kata Nuraini.

Sampai saat ini, keluarganya masih bersedih setelah ditinggal pergi almarhum pada 9 Januari 2024 lalu. Pihak keluarga pun telah mewakafkan rumahnya di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, sebagai Tempat Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kemudian juga, akan kembali membuka TPQ di Tampo, Kecamatan Napabalano yang merupakan cita-cita almarhum.

"Saat ini TPQ semakin ramai. InsyaAllah untuk amal jariyah almarhum," pungkasnya. (B)