Syair, yang akrab disapa Chay, juga mendorong perusahaan daerah (Perusda) untuk mengidentifikasi lahan sungai dan gunung batu yang dapat dijadikan IUP, agar pengelolaan IUP tidak mirip dengan tambang nikel yang saat ini dikuasai oleh pengusaha dari luar wilayah.

“Identifikasi seluruh IUP nikel yang mati dan lakukan negosiasi untuk kepentingan Perusda, pemerintah daerah, serta masyarakat Kolaka Utara,” pinta Syair.

Selain itu, Ketua Komisi I DPRD Kolaka Utara ini meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan kelompok atau pemerhati kakao profesional di wilayah Kolaka Utara dengan memfasilitasi bantuan alat dan mesin dari kementerian.

Syair juga mengusulkan pengadaan alat ekskavator untuk Perusda dan pembuatan jaringan irigasi baru di kebun kakao yang terendam air hujan. (C-info)

Penulis: Muh. Risal H