“Pengobatan frambusia sangat mudah dan hanya perlu satu kali. Namun, karena sifatnya yang menular, pengobatan harus dilakukan pada semua orang yang kontak erat dengan penderita,” tegas Mufqi.

Peningkatan sanitasi dan kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam upaya eradikasi frambusia. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, kita dapat memutus rantai penularan penyakit ini.

Sementara itu, Ellfi, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Kendari, menyebut Kota Kendari sebagai salah satu kota yang tidak menemukan kasus frambusia, terbukti dalam enam bulan terakhir tidak ada laporan kasus baru.

“Upaya pencegahan terus dilakukan melalui kebijakan wali kota, sosialisasi, dan mengajak masyarakat untuk menjadi ujung tombak dalam memerangi penyakit frambusia,” jelasnya. (A)

Penulis: Nur Fauzia