KENDARI, TELISIK.ID - Pernikahan adalah peristiwa bahagia yang seharusnya turut disaksikan oleh kedua orang tua dan seluruh keluarga.
Namun berbeda yang dialami oleh Asrina (20) warga Desa Wawolemo, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe. Ia terpaksa melangsungkan pernikahan di Kantor KUA Kecamatan Pondidaha tanpa dihadiri oleh kedua orang tuanya.
Gadis ini telah memperjuangkan cinta bersama kekasihnya Armanto selama tiga tahun. Bahkan ia rela meninggalkan keyakinannya yang selama ini ia anut.
Secara sederhana, dalam pernikahan yang dilaksanakan di kantor KUA Kecamatan Pondidaha itu, Asrina terlihat tertunduk sedih. Sesekali Ia mengusap air matanya di saat penghulu mempertanyakan kebulatan hatinya untuk menjadi mualaf dan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya Armanto.
Baca juga: Curhatan Anak Yatim Piatu yang Kurang Diperhatikan Lagi Oleh Keluarga
