"Sejak itu sudah tidak ada di pikiran saya untuk lanjut bangku kuliah, karena selain masalah ekonomi, saya juga tidak mau membebani keluarga," cerita Ifah kepada Telisik.id, Jumat (10/11/2023).

Setelah meratapi kepergian sang ayah sekaligus mengubur cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan, ia terpikir untuk merantau di Kendari dan mencari pekerjaan. Tak semudah mengucap kata, ia kesulitan mencari pekerjaan.

Kehidupan yang ia jalani di tanah rantau tidak semulus yang ditata dalam bingkai kata-kata. Mulai ia mencari pekerjaan hingga mendapat pekerjaan, cobaan itu selalu menjadi cambuk buat dirinya.

Setelah mendapat pekerjaan sebagai karyawan penjual baju rombengan (RB), lagi-lagi ia mendapat cobaan. Adanya ketidakcocokan dengan teman kerja, hingga akhirnya ia memilih berhenti.

"Sempat saya kerja di penjual RB tapi saya difitnah teman kerja sehingga saya berhenti. Setelah bosku tahu fakta sebenarnya, saya dipanggil kembali tapi saya sudah tidak mau," pungkasnya.