Setelah keluar dari pekerjaan sebagai penjual baju RB, selama beberapa bulan ia mengalami kesulitan mencari pekerjaan. Namun kebutuhan sehari-hari selalu menggerogoti keuangan.

Dengan kondisi keuangan yang terus menipis, mulailah ia terpikirkan dengan sisa uang yang ia tabung sewaktu menjadi penjual baju rombengan, untuk membuat nasi bungkus lalu dijualnya di pinggir jalan Pasar Lawata Kota Kendari.

"Waktu saya keluar dari pekerjaanku itu teman saya ikut keluar. Setelah keluar, kami kesulitan cari pekerjaan sampai kami terpikir menjadi penjual nasi bungkus dengan sisa uang yang kami tabung," ungkapnya.

Rencana menjadi penjual nasi kuning, tentu tidak semudah yang dipikirkan. Nasi yang ia jual tidak laku. Tak patah semangat, ia terus mencoba sedikit demi sedikit sampai dagangannya mulai ramai diserbu pembeli.

Selama menjadi penjual nasi, kehidupan mandiri itu sudah ia jalani mulai dari bangun subuh untuk mempersiapkan jualannya hingga memutar modal usahanya.