Hasan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi, terutama yang bersifat sensitif. Pemerintah, kata dia, selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan penerima manfaat MBG.
"Jadi itu pentingnya kita tidak gampang termakan oleh isu-isu. Apalagi isu-isu yang sangat sensitif dan itu kan memang harus diperiksa," tegasnya.
Baca Juga: Ini 8 Program Unggulan Prabowo 2026, MBG Masih Lanjut hingga Inpres Jalan Dapat Lampu Hijau
Dugaan ini mencuat setelah Indonesia Business Post merilis laporan investigasi dari wilayah Chaoshan, Provinsi Guangdong, China. Dalam laporan tersebut, disebutkan ada sekitar 30-40 pabrik memproduksi ompreng makanan untuk pasar global, termasuk yang diduga digunakan dalam program MBG di Indonesia.
Selain itu, laporan menyoroti dugaan pemalsuan label "Made in Indonesia" dan logo SNI pada produk yang berasal dari China. Pihaknya juga mengungkap indikasi penggunaan bahan tipe 201 yang mengandung mangan tinggi serta pemakaian minyak babi dalam proses produksi.
