Namun karena kebutuhan hidup yang tinggi, Saburuddin terpaksa harus memulung untuk menghidupi anak dan cucunya. Dalam sehari, ia bisa mendapat Rp 30.000 hingga Rp 50.000, terkadang juga tidak ada.

"Ada tidak ada, sedikit maupun banyak, kita syukuri," katanya.

Baca Juga: Kisah Pedagang Keliling, Tulus Berbagi Tanpa Pamrih di Tengah Keterbatasan

Saburuddin juga menuturkan, tidak pernah mendapatkan bantuan seper pun dari Pemerintah Kota Kendari.

"Untuk bantuan, saya dapat dari jalan saja, tidak pernah saya dapat dari pemerintah," tuturnya.