"Karena waktu itu lockdown, akhirnya warkop yang saya miliki tutup. Tapi karyawanku tetap saya pertahankan sembari saya arahkan mereka untuk memasarkan produk ini melalui online. Sembari kita pelajari apa-apa saja yang disukai sama konsumen khususnya di Kota Kendari yang pada saat itu masih sangat awam dengan dunia makanan beku atau frozen food," urainya.
Tak ada kendala khusus dalam menjalankan usaha tersebut. Dari usahanya ini juga, ia banyak belajar dari beberapa kesalahan kecil, saran dan kritikan dari para konsumennya.
"Kalau kendala, itu pas awal-awalnya saja jualan. Bagaimana cara kita meyakinkan orang dengan mengedukasi seperti apa itu frozen food. Tapi Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, sekarang sudah banyak yang kenal dengan produk kami," ujarnya.
Hingga saat ini ia terus mengembangkan usahanya sembari tetap mempelajari hal-hal penting dan juga aspek apa saja yang menjadi prospek serta peluang pasar ke depannya. Berkat usahanya itu, kini ia sudah memiliki total 31 cabang yang tersebar di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Baca Juga: Living Plaza Kendari Resmi Dibuka, Hadirkan Tenant dan Promo Baru
