"Dampaknya dapat menjalar ke ekonomi daerah. Berkurangnya dana murah berpotensi membuat kredit UMKM dan sektor produktif lebih mahal sekaligus menciptakan liquidity leakage dari daerah ke bank nasional," imbuhnya.
Risiko terhadap Pegawai BPD
Rizal juga menyebut dampak terhadap tenaga kerja tidak akan serta-merta terjadi ketika kebijakan diterapkan. Namun, tekanan terhadap kinerja BPD dalam jangka menengah dapat mendorong perusahaan melakukan efisiensi.
"PHK massal mungkin tidak terjadi seketika, tetapi tekanan efisiensi BPD akan meningkat jika DPK, transaksi, dan kredit turun secara struktural. Risikonya adalah rasionalisasi kantor dan tenaga kerja dalam jangka menengah," ujar Rizal.
Kekhawatiran mengenai tenaga kerja sebelumnya juga disampaikan SPBPDSI. Sigit menyebut jumlah pegawai BPD secara nasional berada di kisaran 100 ribu orang dan menilai penurunan pendapatan serta laba dapat mendorong restrukturisasi sumber daya manusia.
