"Sejumlah kegiatan juga berat untuk berjalan karena belum cair sampai sekarang, tapi yang paling berat itu pegawai saya, 80 orang staf di Disperindag," kata Rony.

Baca Juga: Ratusan Siswa dan Janda Tak Kuasa Tahan Haru di SDN 2 Kendari

Untuk diketahui, Perindag sendiri merupakan leading sector dalam pengendalian inflasi di Sultra, bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di 17 kabupaten/kota untuk memantau harga bahan pokok setiap hari.

Rony berharap agar BPKAD segera menyelesaikan proses administrasi yang tersisa agar pencairan gaji pegawai tidak semakin tertunda.

"Kami berharap ada percepatan dari BPKAD agar para pegawai kami bisa segera menerima hak mereka dan program kerja Disperindag dapat berjalan optimal," pungkasnya. (C)