Dalam pelaksanaannya, koordinasi dilakukan dengan dinas pendidikan dan dinas kesehatan setempat guna memastikan validitas data. Pendataan mencakup jumlah sekolah, jumlah peserta didik, serta tingkat stunting di setiap daerah yang menjadi target intervensi program.
Baca Juga: MBG Resmi Disalurkan 5 Hari Sekolah, Berikut Daerah Tak Terpengaruh
Wilayah Indonesia timur, Sumatera, dan Papua menjadi fokus karena masih mencatat prevalensi stunting relatif tinggi. Pemerintah berupaya memastikan program berjalan tepat sasaran melalui pemetaan yang rinci dan berkelanjutan.
“Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” kata Dadan.
Melalui kebijakan ini, Badan Gizi Nasional menargetkan pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah tetap berjalan sesuai rencana, meskipun terdapat penyesuaian teknis dalam distribusi harian program. (C)
