Perwakilan SPBPDSI, Sigit, menyebut perpindahan payroll PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari BPD ke bank BUMN berpotensi berdampak terhadap operasional dan bisnis BPD.k
Menurut Sigit, dampaknya tidak hanya berkaitan dengan penyaluran gaji, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap likuiditas bank daerah, penyaluran kredit, serta pembayaran angsuran pinjaman ASN.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Dana tersebut selama ini dapat berasal dari tabungan dan giro, termasuk rekening yang digunakan untuk menerima gaji pegawai.
"Jika payroll ASN ini pindah dari BPD ke Himbara, maka otomatis dana CASA dari BPD ini akan berkurang cukup signifikan. Dengan berkurangnya dana CASA yang cukup signifikan ini, likuiditas dari BPD otomatis akan menurun," ujar Sigit dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI, Kamis 3 September 2026.k
Sigit menjelaskan, berkurangnya dana murah dapat membuat BPD harus mencari sumber pendanaan lain. Salah satu sumber yang disebut adalah deposito yang memiliki biaya dana lebih tinggi.
